Search
Kontak Kami
kontak tn betung kerihun
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun
Jl. Piere Tendean Depan Kompleks KODIM Putussibau – Kapuas Hulu Kalimantan Barat
Indonesia
Email: tn_betungkerihun
@yahoo.com


Phone: +62 567 21935
Fax: +62 567 21935

Wisata Taman Nasional Betung Kerihun

Wisata

Apakah anda seorang petualang?
Anda seorang ilmuwan?
Atau anda seorang pecinta flora dan fauna?
Taman Nasional Betung Kerihun jawabannya !!

Taman Nasional Betung Kerihun dengan letak di tepat di jantung Borneo merupakan kawasan hutan hujan tropis  kondisi alam yang relatif masih alami merupakan salah satu destinasi wisata eksotis yang masih tersembunyi dari dunia.

Wisata yang terdapat di taman ini tidak seperti taman nasional lain yang bersifat mass-tourism tapi lebih kepada petualangan (adventure) dan pendidikan (education).

Kawasan taman nasional Betung Kerihun terdiri atas 4 pintu masuk utama yang semuanya melalui sungai  dengan karakteristik atraksi wisata yang berbeda-beda untuk setiap DAS (Daerah Aliran Sungai). Paket-paket wisata yang disediakan pun juga telah dikelompokkan menurut karakteristik tiap-tiap pintu masuk.

 

DAS Embaloh

Das Embaloh merupakan kawasan paling barat dari Taman Nasional Betung Kerihun, sangat cocok bagi anda para pemerhati tumbuhan dan satwa endemik Kalimantan seperti Orangutan dan burung-burung enggang/rangkong serta tanaman-tanaman obat dan hias yang beraneka ragam.

Untuk menuju kesana, Anda harus menempuh perjalanan darat selama 3 jam sebelum beristirahat di Rumah Panjang atau di dusun wisata yang terletak dekat dengan kawasan taman nasional.

Wilayah DAS Embaloh dilengkapi dengan camping ground dan Menara Pengamatan Satwa. Bagi anda penikmat olahraga air, body rafting, whitewater trekking dan tubing merupakan atraksi wisata yang dapat diperoleh disini. Ada 2 (dua) paket wisata yang dapat anda pesan di DAS ini yaitu paket wisata pendek (3-4 hari) dan paket wisata panjang (5-6 hari).

Selain atraksi wisata alam, kearifan budaya masyarakat Dayak Iban yang bermukim di daerah hulu merupakan salah satu atraksi wisata budaya tersendiri.

Destinasi Wisata di DAS Embaloh

a. Pinjawan

Dusun Pinjawan merupakan pemukiman yang dihuni oleh komunitas Dayak Tamanbaloh.Penduduk Pinjawan lebih cenderung modern karena letaknya yang berdekatan dengan Kecamatan Benua Martinus.Penduduk Pinjawan juga telah tinggal di rumah panjang modern, berbahan kayu dan semen sebagaimana rumah-rumah pada umumnya.

Berbagai aktivitas living culture dari masyarakat Tamambaloh di Pinjawan dapat dinikmati oleh wisatawan. Masyarakat Tamambaloh memiliki bentuk perayaan adat yang masih dipegang kuat, yakni "Pamole Beo", yang merupakan perayaan atas keberhasilan panen.

Perayaan ini dirayakan setiap habis musim panen pada bulan April atau Mei. Berbagai jenis kerajinan tangan siap untuk dijadikan suvenir bagi para wisatawan. Kerajinan utama dari masyarakat Pinjawan adalah manik-manik dan ukiran kayu.

b. Sungai Utik

Sungai Utik dihuni oleh sub etnis Dayak "Iban ".Sungai Utik bisa dikatakan sebagai pusat peradaban dari Dayak Iban.Di Sungai Utik terdapat satu rumah panjang tertua untuk sub etnis Dayak Iban.Dengan umur sekitar 30 tahunan, rumah panjang di sungai utik merupakan rumah panjang dengan desain yang sangat besar. Ada 28 pintu di rumah panjang tersebut, dan dihuni sebanyak 33 Kepala Keluarga .Rumah Betang Sungai Utik dibangun dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sejak dahulu telah dipercaya oleh Orang Iban.

Kekayaan nilai adat, budayamasyarakat Iban masih dapat ditemui di Sungai Utik. Berbagai peninggalan nenek moyang masih terawat dengan baik di sini. Kerajinan tradisional yang menonjol di Sungai Utik adalah kerajinan berupa anyaman dari rotan dan bemban serta kain tenun tradisional.

Sebagaimana masyarakat Iban, Sungai Utik juga masih merayakan sebuah perayaan adat yang disebut dengan "Gawai" yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, dan sering dirayakan bersamaan dengan hari Paskah (Kenaikan Yesus Kristus).

c. Sungai Sedik

Dusun Sungai Sedik juga dihuni oleh sub etnis Dayak Iban. Mereka juga menempati sebuah rumah panjang yang cukup tua (13 tahun). Ada 30 Kepala Keluarga yang menempati Rumah Panjang tersebut. Hampir seperti masyarakat di Sungai Utik, masyarakat di sini juga masih memelihara adat budaya mereka dengan baik.

Hal yang menarik di Sungai Sedik adalah bahwa di dekat Rumah Betang mereka terdapat sebuah air terjun yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi mereka.

d. Sungai Embaloh

Sungai Embaloh adalah jalur pertama bagi wisatawan untuk menikmati atraksi lain di dalam kawasan TNBK. Namun demikian, Sungai Embaloh sudah menyuguhkan atraksi yang menarik yang dapat dinikmati wisatawan. Berbagai jenis anggrek, dan burung-burung, seperti Pecuk Ular, Raja Udang dan Enggang Gading sesekali akan ditemui dalam perjalanan menuju hulu Sungai Embaloh ini. Bila pada pagi hari, dimungkinkan pula dapat ditemui Kelasi dan Kelampiau yang bergelantungan di pohon-pohon pada tepi jalur Sungai Embaloh.Beberapa riam dan formasi bebatuan yang unik merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan saat menyusuri Sungai Embaloh dengan menggunakan longboat. Ada beberapa lokasi yang adapt digunakan sebagai titik awal menyusuri Sungai Embaloh, yaitu Dusun Pinjawan, Kantor Bidang Pengelolaan Wilayah I Mataso dan Dusun Sadap yang merupakan Dusun paling hulu di Sungai Embaloh.

e. Karangan Laboh

Dijalur Sungai Embaloh, terdapat sebuah karangan yang disekitarnya menyimpan berbagai pemandangan unik. Letaknya yang berdekatan dengan Sungai Laboh, menjadikannya dinamakan Karangan Laboh.

Ada dua air terjun besar yang dapat dinikmati di Karangan Laboh, yaitu Air Terjun Laboh Besar dan Air Terjun Laboh Kecil. Untuk menuju air terjun,anda harus melakukanjungletrekking terlebih dahulu dan untuk meninggalkannya, aktivitas susur sungai menjadi hal yang harus anda lakukan. Selain itu, di Karangan Laboh juga terdapat sebuah jalur trail mendaki bukit, dengan puncaknya adalah sebuah menara pandang. Melalui menara tersebut anda dapat menikmati pemandangan Gunung Betung dari kejauhan. Di sekitar gardu pandang tersebut anda akan menemukan sebuah gelanggan asmara dari Burung ruai/Merak Kalimtan (Argusianus argus). Berbagai aktifitas wisata dapat anda lakukan di Karangan Laboh, mulai dari camping, jungle trekking, animal watching, fishing, canoeing hingga body rafting dari muara Sungai Laboh hingga Karangan Laboh.

f. Camp Derian

Camp Derian dapat dicapai dengan perjalanan menggunakan longboat menuju hulu Sungai Embaloh kemudian berbelok menyusuri Sungai Tekelan.perjalanan ini akan lebih menantang karena selain sungai yang dilalui lebih sernpit, beberapa riam juga telah menghadang.

Sebelum sampai di Camp Derian ada riam susur yang mengharuskan wisatawan menarik perahu. Memasuki Camp Derian, wisatawan akan disambutformasi pohon Ensurai di kanan kiri sungai. Camp ini adalah lokasi pemberhentian dimana banyak kegiatan wisata dilakukan disini. Terdapat beberapa jalur trail yang tersedia untuk wisatawan.

Pengamatan flora fauna terutama fauna dapat dilakukan disini. Beberapa jenis primata seperti Kelampiau (Hylobates muellerii), Presbytis frontata, Presbytis rubicunda, Macaca fascicularis, dan Macaca nemestrina adalah jenis-jenis yang akan ditemui di sekitar camp dan jalur trail. Terkadang, Orangutan (Pongo pygmaeus) menjadi bonus ekstra. Paling tidak, sarang Orangutan akan sangat sering ditemui di trail Camp Derian.

g. Gua Pajau

Dari Camp Derian, ada sebuah jalur trail yang menuju Gua Pajau. Gua Pajau adalah sebuah cerukan di tebing batu dengan ketinggian kurang lebih 50 m dari tanah.Lokasi ini sebenarnya adalah sebuah tempat berkumpulnya berbagai jenis satwa. Gua Pajau juga merupakan habita dari Enggang Badak (Buceros rhinoceros) dimana wisatawan akan dapat melakukan pengamatan dari jarak dekat. Selain itu jejak beraneka satwa, rontokan bulu dan jejak peristirahatan satwa akan sangat banyak ditemukan disini.

h. Riam Naris

Turun dari Gua Pajau, wisatawan dapat menuju Riam Naris yang merupakan tempat terakhir dimana perjalanan melalui Sungai Tekelan dapat dilakukan.Derasnya riam dengan bebatuan besar, menjadikan Riam Naris sukar untuk dilalui dengan perahu. Namun demikian, Riam Naris menyimpan keindahan tersendiri yang akan menyita perhatian wisatawan. Riam Naris dan percabangan Sungai Pajau merupakan habitat dari Ikan Semah (Tor spp.) dimana pada waktu musim kemarau, dibalik kejernihan air, wisatawan dapat melihat langsung banyak Ikan Semah di sini.

i. Gunung Betung dan Gunung Condong

Sungai Embaloh merupakam pintu utama pendakian Gunung Betung (1.150 m) dan Gunung Condong (1.240 m).

Pendakian ke puncak Gunung Betung dapat dicapai dalam 2 (dua) hari, Dimulai dari Matasso menuju Camp Derian di Sungai Tekelan yang memakan waktu satu hari, dilanjutkan menuju puncak dengan waktu tempuh setengah hari.

Sementara itu, untuk menuju Gunung Condong memerlukan waktu tempuhlebih lama, dari Camp Derian menuju puncak Condong memerlukan waktu 3 (tiga) hari, dengan waktu 1 (satu) hari perjalanan menuju kaki gunung di Sungai Pait, dan 2 (dua) hari untuk menuju puncak. Sementara itu hanya dibutuhkan waktu 1 (satu) hari untuk turun. Total waktu yang diperlukan untuk perjalanan ke Gung Condong adalah 5 (lima) hari dengan titik awal perjalanan Dusun Sadap.

 

Potensi dan Atraksi Wisata Lainnya