Search
Kontak Kami
kontak tn betung kerihun
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun
Jl. Piere Tendean Depan Kompleks KODIM Putussibau – Kapuas Hulu Kalimantan Barat
Indonesia
Email: tn_betungkerihun
@yahoo.com


Phone: +62 567 21935
Fax: +62 567 21935

Wisata Taman Nasional Betung Kerihun

DAS Kapuas

wisata das kapuasKapuas sebagai sungai terpanjang di Kalimantan sudah sangat terkenal akan keeksotisannya. Daerah ini sangat kaya dengan wisata petualangan dan olahraga air. Dengan medan air tersulit diantara pintu masuk lainnya, kawasan Kapuas merupakan surga bagi penggemar olahraga air yang ekstrim. Selain arung jeram dengan grade IV-V beragam olahraga air lainnya dapat dilakukan disini seperti waterboarding, tubing maupun body rafting dan kayaking. Selain olahraga air, Kapuas kaya akan perbukitan dan gua-gua kapur sehingga menarik untuk para penyuka tantangan caving dan panjat tebing. Ada tebing yang cukup menantang di perhuluan Kapuas baik yang sudah pernah ditaklukkan maupun yang benar-benar masih virgin. Bagi penyuka trekking jarak jauh, Kapuas merupakan pintu utama napak tilas George Muller dalam ekspedisi menelusuri Kapuas – Mahakam. Perjalanan trans Kalimantan (Kalbar – Kaltim) ini dapat ditempuh selama 7 hari dengan melintasi hulu sungai Kapuas kemudian dilanjutkan dengna trekking melewati pegunungan Muller sebelum akhirnya bertemu dengan hulu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Trekking ini dimulai dari Putussibau (Kapuas Hulu) menuju Nanga Bungan dimana perjalanan menggunakan speedboat ini ditempuh dalam waktu 9-10 jam sebelum wisatawan beristirahat di resort Nanga Bungan. Apabila hari masih siang dan cuaca juga mendukung, perjalanan dilanjutkan menuju desa paling hulu yaitu Tanjung Lokang. Desa ini relatif cukup besar dan ramai karena di desa ini dahulu merupakan pusat perdangangan sarang burung walet dan emas. Dari desa ini, anda yang berjiwa petualang akan diajak melewati lebatnya hutan di Taman Nasional Betung Kerihun dan menyeberangi sungai serta mendaki pegunungan Muller sehingga akhirnya sampai di hulu Sungai Mahakam sebelum turun menuju kota Samarinda Kalimantan Timur.

Destinasi Wisata di DAS Kapuas

a. Bungan dan Tanjung Lokang

Bungan dan Tanjung Lokang merupakan pemukiman dari Dayak Punan Hovongan. Tidak seperti dayak lainnya, mereka tidak tinggal di rumah panjang. Namun demikian, mereka memiliki berbagai keunikan tradisional, yang memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Desa Bungan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jamdari Putussibau dengan menggunakan longboat bermesin 15 HP. Sementara itu Tanjung Lokang adalah desa yang berada didalam kawasan TNBK yang dapat ditempuh dalam waktu 3-5 jam dari Bungan. Tanjung Lokang sangat menantang, karena memiliki banyak riam yang mengharuskan menarik perahu untuk melewati riam tersebut.

b. Arung Sungai dan Jeram

Daerah TNBK bagian timur khususnya Sungai Bungan dan sekitarnya memiliki banyak jeram dan arus sungai yang menantang dengan tingkat kesulitan 3 – 5. Ada dua jalur yang dapat digunakan,yakni jalur Riam Matahari-Bungan-Nanga Lapung dan Jalur Tanjung Lokang-Bungan-Nanga Lapung. Jalur pertama akan melalui riam lapan yakni riam yang bersusun hingga delapan tingkat. Untuk jalur kedua melintasi tiga jeram (Bakang,Homatop, dan Hororoy). Panjang jalur masing masing kurang lebih 7 km. Kelas riam di dua jalur ini berkisar antara 3-5.

c. Ekspedisi Kapuas-Mahakam (Cross Borneo from West to East)

Salah satu rute petualangan ekstrim di Kapuas adalah perjalanan Kapuas-Mahakam. Rute ini adalah rute bersejarah dari Dr. Neuwenhuis pada tahun 1894 dimulai dari Sungai Kapuas di KalimantanB arat menuju Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 7 (tujuh) hari ini melintasi Pegunungan Muller yang merupakan kawasan TNBK lalu turun di Atekop di hulu Sungai Mahakam.

d. Keriau

Keriau adalah anak Sungai Kapuas yang cukup panjang dan hulunya berada di dekat Gunung Kerihun. Seperti halnya daerah Tanjung Lokang, daerah Keriau banyak mempunyai gunung-gunung kapur yang antik dan gua sarang burung walet di dalamnya. Bentukan gunung kapur di wilayah ini memberikan pemandangan yang sangat indah dan atraksi wisatanya adalah panjat tebing dan speleologi. Sedangkan Sungai Keriaunya berwarna agak kemerahan karena pengaruh hutan gambut dan rawa-rawa . Tidak kurang dari 55 gua besar dan kecil, dangkal atau dalam, maupun yang hanya berlubang/pintu satu atau lebih. Sebagian dari gua dihuni oleh Burung Walet dan sarangnya dimanfaatkan oleh penduduk. Oleh Orang Punan Hovongan yang bermukim di Tanjung Lokang, gua yang disebut “diang” yang atinya “lubang gua”. Beberapa Gua di TNBKyang layak menjadi tujuanEkspedisi Gua antara lain:Gua Kaung I, Gua Kaung II Gua Arong, Gua Pakau, Gua Puun Lunuk, Gua Doro, Gua Puun Peang,Gua Tolo, Gua Tolo Cutang, Gua Utok Umo, Gua Boro Osong, GuaKemurun I,Gua KemurunII, Gua Tahapun Cutang, Gua Sungai Singom, GuaSio dan Gua Diang Baka.

 

Potensi dan Atraksi Wisata Lainnya